Intersepsi Radiasi Matahari Tanaman Kedelai (Glycine Max L.) Pada Berbagai Cekaman Kekeringan

Andi Safitri Sacita

Sari


Abstrak
Kedelai merupakan salah satu komoditi yang banyak dibutuhkan untuk produksi bahan pangan dalam negeri. Potensi lahan untuk pengembangan kedelai cukup luas namun sangat rentan terhadap kekeringan utamanya pada saat musim kemarau. Terjadinya perubahan iklim semakin memperparah dampak kekeringan pada suatu wilayah. Salah satu alternatif untuk menghasilkan produksi kedelai pada kondisi lahan kering yaitu menanam varietas yang toleran terhadap cekaman kekeringan. Pada kondisi tercekam tanaman akan melakukan mekanisme adaptasi seperti modifikasi tajuk tanaman untuk mencegah kehilangan air yang besar melalui transpirasi. Bersamaan dengan itu, radiasi matahari yang diintersepsi oleh tanaman juga mengalami penurunan sebab radiasi matahari diintersepsi oleh tajuk tanaman. Kurangnya radiasi yang diintersepsi oleh tajuk menyebabkan terganggunya proses fotosintesis pada tanaman. Dengan demikian, tanaman yang mengalami cekaman kekeringan akan menyebabkan gangguan pertumbuhan dan produksi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, perlakuan cekaman kekeringan memberikan dampak yang signifikan terhadap kemampuan tanaman mengintersepsi radiasi matahari. Banyaknya radiasi yang diintersepsi menurun seiring dengan meningkatnya cekaman. Hal ini juga berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai.

Kata kunci : cekaman kekeringan, intersepsi radiasi, kedelai

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Ariyani, 2011. Transmisi Radiasi Matahari Dan Koefisien Pemadaman Tajuk Tanaman Kentang (Solanum Tuberosum L.) Di Galudra, Cipanas – Jawa Barat Departemen Geofisika Dan Meteorologi Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Balitkabi. 2018. Tahun 2018 Tahun Kedelai. Sinar Tani Edisi 3-9 Januari 2018 No 3733 Tahun XLVIII. http://balitkabi.litbang.pertanian.go.id/liputan-media/sinar-tani-tahun-2018-tahun-kedelai/

Handoko. 1994. Dasar Penyusunan Dan Aplikasi Model Simulasi Komputer Untuk Pertanian. Bogor : Institut Pertanian Bogor, Jurusan Geofisika dan Meteorologi.

Handoko I, Sugiarto Y, Syaukat Y. 2008. Keterkaitan Perubahan Iklim dan Produksi Pangan Strategis: Telaah Kebijakan Independen dalam Bidang Perdagangan dan Pembangunan. Bogor (ID). SEAMEO BIOTROP.

Harnowo D. 1992. Respon Tanaman Kedelai Terhadap Pemupukan Kalium dan Cekaman Kekeringan pada Fase Reproduktif. [Tesis]. IPB. Bogor.

Liu F, Jensen CR, Andersen MN. 2004. Drought Stress Effect on Carbohydrate Concentration in Soybean Leaves and Pods During Early Reproductive Development: Its Implication in Altering Pod Set. Field Crops Research 86 (2004) 1–13.

Mapegau. 2006. Pengaruh Cekaman Air Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max L. Merr). Jurnal Ilmiah Pertanian Kultura, Vol. 41 No. 1 Maret 2006.

Saputra D, Timotiwu PB, Ernawati. 2015. Pengaruh Cekaman Kekeringan Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Benih Lima Varietas Kedelai. J. Agrotek Tropika. ISSN 2337-4993. Vol 3, No. 1: 7-13, Januari 2015.

Sharifa, Muriefah A. 2015. Effects of Paclobutrazol on Growth and Physiological Attributes of Soybean (Glycine max) Plants Grown Under Water Stress Conditions. Int. J. Adv. Res. Biol.Sci. 2(7): (2015): 81–93.

Sitompul, S.M. 2002. Radiasi dalam Sistem Agroforestri. Bogor.

Sopandie. 2014. Fisiologi Adaptasi Tanaman Terhadap Cekaman Abiotik pada Agroekosistem Tropika. IPB Press.

Suhartina Dan Kuswantoro H. 2011. Pemuliaan Tanaman Kedelai Toleran Terhadap Cekaman Kekeringan. Bul. Palawija No. 21: 26–38 (2011).

Taiz E, Zeiger L. 2002. Plant Physiology. Third Edition. Sinauer Associate Inc.Publisher Sunderland, Massachusetts. 667 p.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.

Article Metrics

Sari view : 1 times
PDF - 0 times